Minggu, 13 Januari 2019

Aplikasi Sistem Informasi Psikologi

Contoh Aplikasi Sistem Informasi Psikologi






Artikel ini disusun untuk memenuhi tugas 3 matakuliah Sistem Informasi Psikologi. Disusun Oleh:

Alfiah Wulandari (10515503)
Mutiara Deviani   (14515864)
Rianti Nurindah Kuwais (17515678)
Tiara Ayu Wirahutami    (16515883)

4PA13

Sabtu, 03 November 2018

Sistem Informasi Psikologi 2


Contoh Sistem Informasi Psikologi

Sistem informasi psikologi adalah rangkaian komponen interaksi perilaku manusia yang saling berkaitan, terkoordinasi, terencana yang diolah sehingga memiliki nilai yang berguna dan bermanfaat dalam mempelajari proses mental manusia secara sistematis dalam satu kesatuan untuk mencapai tujuan tertentu. Berdasarkan definisi tersebut kita dapat menarik kesimpulan dalam suatu system informasi psikologi terdapat komponen interaksi manusia yang terkoordinasi dan memiliki tujuan. Dalam hal ini komponen interaksi dalam sistem informasi merupakan kumpulan elemen yang terdiri dari input, processing elements, output. Elemen tersebut saling berkoordinasi secara sistematis untuk mencapai sebuah tujuan. Untuk lebih jelasnya berikut merupakan contoh dari system informasi psikologi dalam tes proyektif.
System
Elements
Goal
Inputs
Processing Elements
Outputs
Tes Proyektif HTP
-          Pensil HB
-          Kertas HVS
-          Penghapus
-          Catatan observasi
-          Stopwatch
Berikan kertas HVS dengan posisi horizontal beserta
Instruksi HTP
“Gambarlah rumah, pohon, orang dalam satu kesatuan cerita”

Setelah selesai menggambar berikan subjek instruksi berikut
“Ceritakanlah gambar tersebut dalam satu kesatuan cerita”
-          Kertas yang berisi hasil gambar subjek
-          Laporan hasil interpretasi tes HTP
Mengungkap keseluruhan pribadi



Selain itu berikut contoh system informasi psikologi pada FGD (focus group discussion):
System
Elements
Goal
Inputs
Processing Elements
Outputs
Focus group discussion

(wawancara kelompok)
-          Recorder
-          Kuesioner
-          Alat tulis
-          Interviewer
-          Interviewee
-          Berkas adisional (jika dibutuhkan)
-       Interviewer
-       Interviewee
-       Rapport
-       Encourage
-       Attending behavior
-       Paraphrase
-       Reflection of feeling
-       Summarizattion
-       Open & closed question
-       Selective attention

-          Rekaman audio
-          Kuesioner yang telah terisi
-          Informasi yang terorganisir dan sistematis
Mengumpulkan data kualitatif dengan mempertimbangkan efisiensi dan efektifitas waktu, tempat dan informasi





Artikel ini disusun untuk memenuhi tugas 2 matakuliah Sistem Informasi Psikologi. Disusun Oleh:

Alfiah Wulandari (10515503)
Mutiara Deviani   (14515864)
Rianti Nurindah Kuwais (17515678)
Tiara Ayu Wirahutami    (16515883)

4PA13



Sistem Informasi Psikologi 1

Sistem Informasi Psikologi

Di era teknologi industri saat ini perkembangan sistem informasi yang pesat sangat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia. Beberapa ahli mempelajari bagaimana seorang individu, sekelompok individu dan organisasi mempengaruhi perkembangan system informasi dan juga bagaimana system mempengaruhi individu, kelompok dan organisasi. Sebelum mempelajari lebih jauh mengenai system informasi psikologi, kami akan membahas hal paling mendasar yaitu definisi system, informasi, psikologi dan definisi system informasi psikologi.

1.      Definisi Sistem
Menurut Fat (dalam Hutahaean, 2015) sistem adalah suatu himpunan “benda” nyata atau abstrak (a set of thing) yang terdiri dari bagian-bagian atau komponen-komponen yang saling berkaitan, berhubungan, berketergantungan, saling mendukung, yang secara keseluruhan, bersatu dalam satu kesatuan (unity) untuk mencapai tujuan tertentu secara efisien.
    Sedangkan menurut Achmadi (2005) sistem adalah tatanan yang menggambarkan adanya rangkaian berbagai komponen yang memiliki hubungan serta tujuan bersama secara serasi, terkoordinasi yang bekerja atau berjalan dalam jangka waktu tertentu dan terencana.
    Selanjutnya menurut Sudarma (2008) sistem merupakan sejumlah bagian yang saling berkaitan secara mutual dan sistematis dalam memberikan layanan untuk mencapai tujuan.
    Berdasarkan definisi yang telah dikemukakan oleh 3 tokoh diatas, maka dapat disimpulkan sistem adalah rangkaian beberapa komponen yang saling berkaitan, terkoordinasi, terencana bersatu dalam satu kesatuan yang sistematis  untuk mencapai tujuan tertentu.

2.      Definisi Informasi
Kata informasi berasal dari bahasa Latin informationem (bentuk akusatif). Informasi sebagai kata benda yang berasal dari kata kerja informare berarti “untuk informasi”, menginformasikan sesuatu. Hakikat informasi dalam bahasa Prancis (informe) sering diterjemahkan sebagai sesuatu yang tidak berbentuk, istilah ini bermaksud untuk membawa segala sesuatu dari dunia tidak berbentuk menjadi terbentuk. (Liliweri, 2011)
Menurut Hutahaean (2015) informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya.
Sedangkan menurut Gordon B. Davis informasi adalah data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang penting bagi si penerima dan mempunyai nilai nyata atau yang dapat dirasakan dalam keputusan di masa kini atau di masa yang akan datang.
Berdasarkan definisi yang telah dikemukakan oleh 3 tokoh diatas, maka dapat disimpulkan informasi adalah data yang telah diolah sehingga memiliki nilai yang berguna dan berarti bagi penerimanya.

3.      Definisi Psikologi
           Psikologi menurut Wade & Travis (2007), adalah disiplin ilmu yang berfokus pada perilaku & berbagai proses mental serta bagaimana perilaku & berbagai proses mental itu dipengaruhi oleh kondisi mental organisme & dari lingkungan eksternal.
    Sedangkan menurut Zimmer (2003) psikologi didefinisikan sebagai studi ilmiah tentang proses mental dan perilaku manusia. Aplikasi dari tujuan dan pentingnya psikologi adalah untuk memperbaiki kualitas hidup manusia yang berbasis pada kesejahteraan psikologis.
    Selanjutnya menurut Daulay (2014) psikologi adalah ilmu yang mempelajari proses mental dan tingkah laku manusia dalam hubungan dengan lingkungannya.
    Berdasarkan definisi yang telah dikemukakan oleh 3 tokoh diatas, maka dapat disimpulkan psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang proses mental dan perilaku manusia yang dipengaruhi oleh stimulus internal dan eksternal individu.

4.      Definisi Sistem Informasi Psikologi
    Berdasarkan definisi yang telah dipaparkan diatas, maka dapat disimpulkan sistem informasi psikologi adalah rangkaian komponen interaksi perilaku manusia yang saling berkaitan, terkoordinasi, terencana yang diolah sehingga memiliki nilai yang berguna dan bermanfaat dalam mempelajari proses mental manusia secara sistematis dalam satu kesatuan untuk mencapai tujuan tertentu.




Artikel ini disusun untuk memenuhi tugas 1 matakuliah Sistem Informasi Psikologi. Disusun Oleh:

Alfiah Wulandari (10515503)
Mutiara Deviani   (14515864)
Rianti Nurindah Kuwais (17515678)
Tiara Ayu Wirahutami    (16515883)

4PA13


Sumber:

Liliweri, A. (2011). Komunikasi: serba ada serba makna. Jakarta: Kencana
https://books.google.co.id/books?id=MBZNDwAAQBAJ&pg=PA838&dq=informasi+berasal+dari+kata&hl=id&sa=X&ved=0ahUKEwjI2ca4ma7eAhVERo8KHWZcBbEQ6AEIKTAA#v=onepage&q=informasi%20berasal%20dari%20kata&f=false

Sudarma, M. (2008). Sosiologi untuk kesehatan. Jakarta: Salemba Medika


Hutahaean, J. (2015). Konsep system informasi. Yogyakarta: Deepublish
https://books.google.co.id/books?id=o8LjCAAAQBAJ&printsec=frontcover&dq=pengertian+informasi&hl=id&sa=X&ved=0ahUKEwjnr6WdmK7eAhWHQo8KHdYcBgcQ6AEIVDAI#v=onepage&q=pengertian%20informasi&f=false


Daulay, N. (2014). Pengantar psikologi dan pandangan al-qur’an tentang psikologi. Jakarta: Kencana

Sabtu, 14 Januari 2017


TES PSIKOTERAPI ONLINE

Psikoterapi adalah usaha penyembuhan untuk masalah yang berkaitan dengan pikiran, perasaan dan perilaku. Psikoterapi (Psychotherapy) berasal dari dua kata, yaitu "Psyche" yang artinya jiwa, pikiran atau mental dan "Therapy" yang artinya penyembuhan, pengobatan atau perawatan. Oleh karena itu, psikoterapi disebut juga dengan istilah terapi kejiwaan, terapi mental, atau terapi pikiran. Orang yang melakukan psikoterapi disebut Psikoterapis (Psychotherapist).


Sebelum melakukan psikoterapi perlu dilakukan screening terhadap klien untuk melihat sejauh mana klien membutuhkan penanganan psikologis. Screening ini dapat diakses secara online melalui situs ini, sehingga kita dapat menghemat waktu kita dan pastikan untuk mengerjakan tes screeningnya dengan jujur supaya kita mendapatkan hasil yang sesuai dengan diri kita.


Hasil screening

Saat ini penerapan psikoterapi tidak hanya harus melakukan pertemuan langsung (tatap muka) tapi dapat juga melalui pertemuan virtual secara online. Berbagai situs menawarkan paket psikoterapi seperti pada situs ini, situs ini menawarkan free trial konseling selama 3 menit di sesi awal berupa live chat langsung dengan psikoterapis tapi sebelumnya harus melakukan registrasi member free trial terlebih dahulu, lalu setelah kita telah menemukan psikoterapis yang sesuai dengan yang kita inginkan, kita dapat memulai mengikuti sesi psikoterapi berbayar dengan psikoterapis yang telah kita pilih sebelumnya.

Pendaftaran untuk konseling


Pilihan psikoterapis untuk live chat

Beberapa kelebihan dari psikoterapi online ini adalah:
· Anonimitas/ kerahasiaan informasi pribadi sangat terjaga
· Tersedia 24 jam
· Kita dapat merekam/ memback up komentar dari terapis, sangat berguna jika ingin dibaca lagi
· Banyak orang merasa lebih mudah untuk mengungkapkan informasi yang secara emosional sulit diungkapkan
· Interaksi lewat email memberikan kamu waktu untuk merefleksikan/berpikir tentang respon dari terapis

Referensi:
http://www.myshrink.com/
http://www.psikoterapis.com/
http://psychcentral.com/therapy/
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Psikologi & Teknologi Internet oleh:
Tiara Ayu Wirahutami
16515883
2PA13
PENGERTIAN TES PSIKOLOGI ONLINE
Tes psikologi atau tes psikotes sendiri merujuk pada suatu prosedur sistematis untuk mendapatkan sampel perilaku yang relevan dengan fungsi kognitif atau afektif. Setelah mendapatkan sampel perilaku yang relevan tersebut kemudian dilakukan evaluasi dan penilaian berdasarkan standar penilaian yang ada.
Karena penilaian tersebut, maka setiap orang memiliki kecenderungan yang berbeda dan mendapatkan hasil yang berbeda pula. Tes psikologi online yang sering kita emui, mencoba untuk menyajikan terhadap kemampuan kognitif atau afektif tertentu bagi diri seseorang.
Ada beberapa jenis tes psikologi yang dipergunakan dalam proses pengujian seseorang dalam hal ini adalah seleksi calon tenaga kerja. Akan tetapi tidak selalu semua jenis tes diberikan kepada tesee (subjek yang dites). Pemberian soal tes ini bergantung pada keperluannya.

TES PSIKOLOGI MBTI
Tes MBTI atau Myers-Briggs Type Indicator (MBTI). Adalah sebuah tes psikologi yang menilai kepribadian seseorang. Tes ini dibuat ketika Amerika Serikat ikut dalam Perang Dunia ke-2, yaitu ketika wanita mulai banyak memasuki dunia kerja. Awalnya, motivasi dari tes MBTI ini adalah untuk mengalokasikan SDM wanita untuk bekerja pada bidang yang sesuai. Tetapi sekarang pemanfaatan tes psikologi ini sudah begitu luas.
Dalam tes ini, peserta akan diberika sebuah kuesioner yang berisi banyak pertanyaan. Lalu, berdasarkan jawaban-jawaban dari pertanyaan itu, peserta akan dinilai tentang bagaiamana kepribadiannya.

Manfaat Tes MBTI
1. Mengetahui diri sendiri, beserta kelebihan dan kelemahannya.
2. Mengetahui karakter orang lain, beserta kelebihan dan keurangannya
3. Memilih bagian dalam organisasi yang pas.
4. Memilih karir yang pas
5. Melejitkan potensi diri, dan menambal kekurangan diri.

Bagaimana Hasil Tes MBTI Berbicara Tentang Sifat Anda?
Seseorang yang menjalankan tes kepribadian MBTI akan mendapatkan 4 huruf, yang setiap hurufnya akan medeskripsikan sifat mereka.
1. Introvert (I) vs. Ekstrovert (E)
Ini adalah perbedaan dalam memproses rangsangan dari luar (sosial). Ekstrover selalui mencari rangsangan sosial. Energi mereka didapatkan dari interaksi sosial. Mereka akan cepat bosan jika sendirian. Sebaliknya, introver berkurang energinya jika berinteraksi sosial. Sehingga mereka hanya berinteraksi secukupnya. Energi para introver didapatkan dengan refleksi, berpikir, berdiskusi empat mata, membaca, dan lain-lain.
2. Sensing (S) vs. INtuitive (N)
S dan N adalah perbedaan dalam memproses informasi. Orang yang tipe sensing memproses informasi berdasarkan indranya. Mereka lebih mengutamakan fakta dan detail. Sebaliknya, orang yang bertipe intuitif menerima informasi secara berpola dan garis besar. Mereka cenderung mencari hubungan antar suatu fakta dibanding detail fakta sendiri.
3. Thinking (T) vs. Feeling (F)
Seperti namanya, orang bertipe thinking menganalisis dan mengambil keputusan berdasarkan otaknya. Mereka mempehitungkan semua termasuk kerugian dan keuntungannya. Sebaliknya, otang bertipe feeling memasukan perasaan sebagai pertimbangan dalam mengambil keputusan.
4. Judging (J) vs. Perceiving (P)
Terakhir, yaitu antara Judging dan Perceiving. Orang bertipe judging adalah orang yang terorganisir. Jika mereka membuat goal, mereka membuatnya sangat detail. Tidak hanya detail, mereka akan patuh terhadap deadline yang telah mereka buat. Berbeda dengan perceiving. Mereka lebih fleksibel terkait cara meraih suatu goal. Judging lebih mementingkan masa depan dibanding sekarang. Sedangkan, Perceiving lebih mementingkan masa sekarang dibanding masa depan.

Berikut ini adalah gambaran  langkah-langkah melakukan tes MBTI online yang telah saya lakukan:








Tes MBTI ini terdiri dari 60 pertanyaan. Masing-masing pertanyaan terdiri dari dua pilihan, dimana pertanyaan-petanyaannya mengenai gambaran tentang diri sendiri. Menjawabnya dengan memilih options yang mau dipilih kemudian di klik. Kelebihan tes MBTI online ini yaitu mudah digunakan, mudah diakses, pertanyaan yang mudah dimengerti,  tidak memiliki batas waktu untuk mengerjakan, dan tidak berbayar alias gretong. Kekurangan tes ini yaitu pertanyaan yang tidak sedikit (60 soal) di mana membutuhkan waktu lebih banyak daripada mengerjakan tes psikologi online lainnya.

Dampak Positif dan Negatif 
1. Positif:
    a. Dapat dilakukan dirumah bahkan dimana saja kapan saja dengan menggunakan internet
    b. Bisa mencoba-coba beberapa kali tes
    c. Dapat menghemat waktu, krena hasil tesnya langsung bisa kita ketahui
2. Negatif:
    a. Kerahasiaan alat tes semakin terancam
    b. Program tes psikologi yang ada akan mudah sekali bocor
    c. Alat tes psikologi yang dibuat simulasinya hanyalah berdasarkan indikasi-indikasi yang sudah ditetapkan sesuai apa yang sudah diprogramkan tanpa melihat aspek-aspek seperti observassi, wawancara dan hal-hal lain yang mendukung data tersebut menjadi valid.


Referensi :

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Psikologi & Teknologi Internet oleh:
Tiara Ayu Wirahutami
16515883
2PA13