Minggu, 25 Oktober 2015

PAPER 5
MANUSIA DAN CINTA KASIH
Pengertian Cinta Kasih
            Cinta adalah suatu perasaan dimana seseorang merasakan suka, sayang dan sangat tertarik hatinya terhadap sesuatu. Cinta lebih mengandung pengertian tentang rasa yang mendalam. Sedangkan kasih adalah perasaan sayang tetapi lebih memberikan belas kasih. Kasih merupakan pengungkapan untuk mengeluarkan rasa, mengarah kepada yang dicintai. Jadi, cinta kasih dapat diartikan perasaan suka dan sayang terhadap seseorang yang disertai dengan sikap belas kasih.
Cinta Kasih Menurut Ajaran Agama
            Cinta tidak jauh dari rasa sayang dan rasa ingin memiliki satu sama lain, maka Islam tidak menghalalkan cinta yang terjadi pada dua insan yang belum memiliki ikatan resmi(belum menikah). Mengapa demikian? Karena dalam Islam, dua orang yang tidak memiliki ikatan/belum menikah tidak boleh saling berdekatan, apalagi memiliki rasa saling memiliki satu sama lain, karena belum mukhrim. Seperti halnya ‘berpacaran’, siapa yang tidak tahu arti kata tersebut? Kata yang sudah seringkali kita dengar, sebenarnya berpacaran dilarang dalam agama Islam. Karena orang yang berpacaran belum mukhrim. Perbuatan orang yang berpacaran(belum menikah) tidak bisa disamakan dengan yang sudah mukhrim(sudah menikah). Jika terjadi perbuatan-perbuatan suami istri atau semacamnya terhadap orang yang berpacaran, maka kedua orang tersebut akan mendapatkan dosa, karena telah melakukan zinnah dan telah melanggar peraturan agama Islam.
Pengertian Kasih Sayang
            Kasih sayang adalah perasaan sayang, cinta atau suka kepada seseorang. Seperti halnya dua orang yang telah menikah, pernikahan akan menimbulkan perasaan lebih dewasa dan menuntut agar hubungan tersebut lebih bertanggung jawab, misalnya harus menafkahi keluarga, memberikan perhatian lebih kepada istri dan anak-anak, menjadikan suasana keluarga yang harmonis, nah perasaan inilah yang disebut dengan kasih sayang.
Apa itu Kemesraan?
            Kemesraan berasal dari kata dasar mesra, yang artinya perasaan simpati yang akrab. Kemesraan ialah hubungan yang akrab baik antara pria dan wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga. Kemesraan pada dasarnya merupakan perwujudan kasih sayang yang mendalam. Cinta yang berlanjut menimbulkan pengertian mesra atau kemesraan. Kemesraan adalah perwujudan dari cinta. Kemesraan dapat menimbulkan daya kreativitas manusia. Kemesraan dapat menciptakan berbagai bentuk seni sesuai dengan kemampuan bakatnya.
Seperti Apa Itu Pemujaan?
            Pemujaan berasal dari kata puja, yang berarti penghormatan atau tempat memuja kepada dewa-dewa atau berhala. Dalam perkembangannya kemudian pujaan ditujukan kepada orang yang dicintai, pahlawan dan Tuhan Yang Maha Esa. Pemujaan kepada Tuhan adalah perwujudan cinta manusia kepada Tuhan, karena merupakan inti, nilai dan makna dari kehidupan yang sebenarnya. Cara pemujaan dalam kehidupan manusia terdapat berbagai perbedaan sesuai dengan ajaran agama, kepercayaan, kondisi dan situasi.
Belas Kasihan
            Belas kasihan, welas asih, atau kepedulian adalah emosi manusia yang muncul akibat penderitaan orang lain. Lebih kuat daripada empati, perasaan ini biasanya memunculkan usaha mengurangi penderitaan orang lain.
Cinta Kasih yang Erotis
            Cinta kasih erotis yaitu kehausan akan penyatuan yang sempurna, akan penyatuan dengan seseorang lainnya. Cinta kasih erotis merupakan atraksi individual belaka maupun pandangan bahwa cinta kasih erotis itu tidak lain dari perbuatan kemauan.
Kaitan Antara Manusia dan Cinta Kasih & Contoh Kasus
            Manusia adalah makhluk sosial, jadi tidak mungkin manusia bisa hidup sendiri tanpa bantuan dari orang lain. Dalam kalimat tersebut, tersimpan makna kasih sayang. Manusia saling menolong satu sama lain, membuktikan bahwa manusia memiliki rasa kasih sayang terhadap manusia lainnya.
            Contohnya seperti seseorang yang merawat tanaman pekarangan, menanami hutan yang gundul, tidak berburu hewan semena-mena, tidak menebang pohon tanpa system tebang pilih, memberi makan hewan, memberi pupuk dan air secara teratur kepada tanaman, menolong orang lain yang sedang membutuhkan, memberikan sumbangan kepada korban bencana alam, memberi sedekah kepada fakir miskin, menciptakan suasana harmonis dalam kehidupan berumah tangga, serta ikut bergotong royong dalam kegiatan lingkungan sekitar. Hal-hal tersebut merupakan contoh dari perbuatan yang mengandung kasih sayang yang dilakukan oleh manusia. Namun, yang saya sampaikan tadi hanyalah sedikit contoh dari rasa kasih sayang manusia. Karena manusia sesungguhnya adalah individu yang tidak bisa hidup sendiri.

Sabtu, 17 Oktober 2015

Manusia dan Kesusastraan


PAPER 3
MANUSIA DAN KESUSASTRAAN

Manusia wajib mengenal sastra sebab sastra adalah sebuah pengapresiasikan diri untuk diteladani. Sastra juga menuntut manusia agar manusia mau mempelajari sastra terutama sastra Indonesia. Manusia diberi akal dan pikiran untuk meneladani sastra dengan wujud pengenalan, kesenangan, dan keseringan menulis agar manusia memiliki daya tarik tersendiri dalam dunia sastra.


Pendekatan Kesusastraan

Kesusastraan adalah hasil proses yang berjerih payah, dan tiap orang yang pernah menulis karya sastra tahu: ini bukan sekadar soal keterampilan teknik. Menulis menghasilkan sebuah prosa atau puisi yang terbaik dari diri kita adalah proses yang minta pengerahan batin.
     Sastra merupakan kata serapan dari bahasa Sanskerta śāstra, yang berarti "teks yang mengandung instruksi" atau "pedoman", dari kata dasar śās- yang berarti "instruksi" atau "ajaran". Dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada "kesusastraan" atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu. Yang agak bias adalah pemakaian istilah sastra dan sastrawi. Segmentasi sastra lebih mengacu sesuai defenisinya sebagai sekedar teks. Sedang sastrawi lebih mengarah pada sastra yang kental nuansa puitis atau abstraknya. Istilah sastrawan adalah salah satu contohnya, diartikan sebagai orang yang menggeluti sastrawi, bukan sastra.
Ilmu Budaya Dasar pada kali ini berkaitan dengan budaya yang adadalam keseharian dan budaya bangsa. Ada istilah Humanities yangberasal dari bahasa latin yaitu, manusiawi, berbudaya, dan halus.Hal ini tentunya sangat baik jika kita pelajar, karna kita akanmendapatkan ciri dari manusia yang baik dalam bermasyarakat.Istilah Humanities berkaitan dengan cabang-cabang ilmu lainnyaseperti filsafat, teologi, seni, dan cabang-cabangnya termasuksatra, sejarah, cerita rakyat, dsb. Dari semua itu intinya adalahmempelajari masalah manusia dan kebudayaan.
Sastra adalah karya, sama posisinya seperti karya-karya yang lain, seperti Cerpen, Puisi, lukisan, patung, Musik, Seni peran, dan apa saja yang merupakan hasil dari proses penciptaan. Sastra adalah sebuah karya yang diawali dengan kejujuran, diisi dengan kesungguhan hati dan diakhiri dengan kerelaan. Sastra juga dapat didefinisikan sebagai cinta pada ciptaan Tuhan. Seni pada mulanya adalah proses dari manusia, dan oleh karena seni bisa dilihat dalam intisari ekspresi dari kreasifitas manusia. Seni sangat sulit untuk dijelaskan dan juga sulit dinilai, bahwa masing-masing individu memilih sendiri peraturan dan parameter yang menuntunnya atau kerjanya, masih bisa dikatakan bahwa seni adalah proses dan produk dari kebebasan berekspresi, dan suatu set nilai-nilai yang menentukan apa yang pantas dikirimkan dengan ekspresi lewat suatu medium, untuk menyampaikan baik kepercayaan, gagasan, sensasi, atau perasaan dengan cara seefektif mungkin untuk medium itu. Seni merupakan suatu kebebasan.


Budaya dan Prosa

Prosa adalah cerita rekaan dan diartikan sebagai bentuk cerita atau prosa kisahan yang mempunyai pameran,lakuan,peristiwa dan alur yang dihasilkan oleh daya khayal atau imajinasi. Dalam kesusastraan kita mengenal jenis prosa lama dan prosa baru.
·  Prosa lama meliputi :
- Dongeng adalah Cerita yang tidak benar-benar terjadi.
- Hikayat adalah Cerita yang sulit diterima akal,merupakan cerita rekaan, namun memiliki Pesan dan amanat bagi pembacanya.
- Sejarah adalah Kejadian masa lampau yang benar-benar terjadi atau riwayat asal-usul
·  Prosa baru Meliputi :
- Kisah adalah Satuan naratif yang seringkali dibedakan dari cerita.
- Cerpen adalah Suatu bentuk prosa naratif fiktif, cenderung padat dan langsung pada tujuannya,
- Novel adalah Karya fiksi prosa yang tertulis dan naratif, biasanya berbentuk cerita.
- Biografi adalah Kisah atau keterangan tentang kehidupan seseorang.
- Otobiografi adalah Biografi yang ditulis oleh subyeknya.


Nilai – Nilai dalam Prosa Fiksi

Prosa fiksi dalah prosa yang mempunyai nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra, nilai-nilai prosa fiksi diantaranya adalah :

1. Memberikan wawasan, karena yang diperoleh pembaca adalah pengetahuan tentang nilai – nilai prosa fiksi.

2. Memberikan inforrmasi, karena yang di peroleh pembaca bukan hanya wawasan tapi juga informasi yang banyak dari berbagai tokoh prosa fiksi di dunia.

3. Memberikan kesenangan, selain memberikan wawasan dan informasi juga dapat memberikan kesenangan pembaca yang di selilingi dengan sejarah – sejarah zaman dahulu kala.

4. Memberikan warisan, dapat di berikan kepada cucu – cucu kita untuk bekal mereka nanti dalam memdalami prosa fiksi tersebut.


Kaitan Antara Ilmu Budaya Dasar dengan Puisi

Puisi adalah seni tertulis di mana bahasa digunakan untuk kualitas estetiknya untuk tambahan, atau selain arti semantiknya. Puisi adalah bentuk karangan yang tidak terikat oleh rima, ritme ataupun jumlah baris serta ditandai oleh bahasa yang padat.
Kreativitas Penyair Dalam Membangun Puisinya, yaitu ;
1. Figura bahasa ( figurative language ) seperti gaya personifikasi, metafora, perbandingan, alegori, dsb sehingga puisi menjadi segar, hidup, menarik dan memberi kejelasan gambaran angan.
2. Kata-kata yang ambiquitas yaitu kata-kata yang bermakna ganda, banyak tafsir.
3. Kata-kata berjiwa yaitu kata-kata yang sudah diberi suasana tertentu, berisi perasaan dan pengalaman jiwa penyair sehingga terasa hidup dan memukau.
4. Kata-kata yang konotatif yaitu kata-kata yang sudah diberi tambahan nilai-nilai rasa dan asosiasi-asosiasi tertentu.
5. Pengulangan, yang berfungsi untuk mengintensifkan hal-hal yang dilukiskan, sehingga lebih menggugah hati
Adapun alasan-alasan yang mendasari penyajian puisi pada perkuliahan Ilmu Budaya Dasar adalah sebagai berikut :
1. Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia.
2. Puisi dan keinsyafan/kesadaran individual.
3. Puisi dan keinsyafan sosial.

Sumber Referensi :
http://nataliashintia14.blogspot.com/2012/10/bab-3-manusia-dan-pendekatan.html
http://www.goodreads.com/quotes/244391-kesusastraan-adalah-hasil-proses-yang-berjerih-payah-dan-tiap-orang
http://www.scribd.com/doc/85048850/konsepsi-ibd-dengan-Kesusastraan
http://ms.wikipedia.org/wiki/Figura
http://www.imammurtaqi.com/2012/04/kalimat-bermakna-ganda-ambigu.html



PAPER 4

1.  Buatlah puisi minimal 4 bait, maksimal 10 bait!
2.  Jelaskan tema dan makna dari puisi yang telah dibuat tersebut!

 


INDONESIAKU

Terletak di planet ketiga dari jarak dekat matahari,
Yang berwarna hijau nan asri daratannya
Yang berwarna biru nan damai lautnya
Terletak di antara benua Asia dan benua Australia
Berada di belahan Timur bumi di kawasan iklim tropis
Terletak strategis bagi perekonomian dunia

Disinilah, Indonesia
Tempat ku terlahir dari rahim ibuku
Tempat ku berpijak pertama kali saat aku berjalan
Tempat ku melihat dunia saat pertama mataku terbuka
Tempat ku merasakan sejuknya pagi hari,
Hangatnya pancaran mentari,
Serta dinginnya malam hari ditemani bulan dan bintang
Tak ada salju disini,
Namun, udara sejuk ramah menyapaku di pagi dan malam hariku

Indonesia,
Rempah-rempahnya nan ruah adalah ciri khas nya
Yang sangat diminati dari segala penjuru dunia
Juga kaya akan sumber daya alam
Serta kaya akan pertambangan, pertanian, serta perairannya

Indonesia,
Negara kepulauan yang kaya akan kebudayaannya
Setiap daerah memiliki keanekaragaman adat istiadat
Bahasa, lagu, tarian, senjata, makanan, pakaian,
Bahkan rumah adat yang berbeda di setiap wilayahnya

Sesuai semboyan negeri ini,
Bhinneka Tunggal Ika
Walaupun berbeda-beda namun tetap satu jua
Dengan semua perbedaan itu,
Tidaklah menghalangi persatuan dan kesatuan negeri nan kaya ini
Berbagai macam kepercayaan disini,
Juga tidak membubarkan tali persaudaraan di negeriku ini

Melimpah jumlah penduduknya
Itulah Indonesia
Namun pendudknya tetaplah ramah
Bersahabat, menerima pendatang baru dengan tata karma nya
Aku bangga menjadi bagian dari negeri ini

Satu kunci untuk tetap menjaga kedamaian ini,
Tetaplah menghargai setiap perbedaan antara satu dengan yang lainnya
Tetaplah bersikap sopan santun
Dan tetaplah berakhlak mulia
Seperti di negeriku ini, yang terisi kedamaian

Dan jagalah semua budaya negeri nan kaya ini
Setiap budaya sangatlah memiliki makna tersendiri
Dan perjuangan yang tidak mudah untuk memiliknya
Jangan sampai diambil alih atau bahkan diakui oleh negara lain
Negara-negara yang tidak bertanggung jawab

Aku akan menjaga negeri ini semampu dan sebisaku
Agar tetap indah, aman, nyaman dan tentram untuk dihuni
Hingga aku kembali menyatu dengan tanah kelahiranku ini
Cintailah negeriku  ini,
Indonesia

-      Tema      : Cinta Tanah Air, Indonesia

-      Makna dari puisi yang saya buat diatas adalah sebagai berikut :

Indonesia adalah negeri yang indah. Letaknya yang strategis menjadikan Indonesia sebagai lalu lintas perekonomian dunia. Indonesia memiliki keanekaragaman budaya yang memiliki daya tarik tersendiri sehingga banyak turis datang ke Indonesia.  Penduduknya yang ramah, tempat wisatanya yang indah, bermacam-macam ciri khas dari setiap daerahnya, akhlak masyarakatnya yang memiliki tata karma, menjadikan Indonesia negara yang damai dan berperikemanusiaan.
Tidak jarang negara lain yang ingin merebut atau mengakui kekayaan Indonesia. Oleh sebab itu, sebagai warga negara Indonesia,kita harus turut berusaha semampu kita untuk menjaga serta melestarikan apa saja yang termasuk bagian dari Indonesia. Misalnya dengan cara membeli dan menggunakan batik, mengikuti sanggar atau lomba tari tradisional, memasak atau membeli makanan khas Indonesia, menyanyikan lagu-lagu daerah Indonesia, serta belajar dan mendalami bahasa daerah Indonesia. Kita harus bangga menjadi bagian dari negara Indonesia. Tetaplah menjadi manusia yang memiliki rasa perikemanusiaan, memiliki tata karma, bersikap sopan santun dan berakhlak mulia. Cintailah tanah air kita ini, tetaplah menjalani semboyan negara ini, “Bhinneka Tunggal Ika” supaya kita, warga Indonesia tetap bersatu dalam satu kesatuan, Indonesia.

Jumat, 02 Oktober 2015

Manusia dan Kebudayaan

PAPER 1
JUDUL   : MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

PENGERTIAN MANUSIA
Manusia adalah realisasi individu maupun kelompok yang bisa diartikan sebagai makhluk social, dimana manusia membutuhkan individu maupun kelompok lain. Jadi, manusia memiliki ketergantungan dengan manusia lainnya dan tidak bisa hidup sendiri. Manusia juga merupakan makhluk yang paling sempurna karena memiliki akal, pikiran, perasaan dan keyakinan.
REFERENSI :

HAKEKAT MANUSIA
1.     Makhluk yang memiliki tenaga untuk menggerakkan hidupnya dan memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.
2.     Individu yang bersikap rasional yang memiliki rasa bertanggung jawab.
3.     Mampu mengarahkan dan mengontrol dirinya ke tujuan yang positif serta dapat menentukan nasibnya.
4.     Makhluk yang selalu berkembang selama hidupnya.
5.     Individu yang memiliki usaha mewujudkan dirinya sendiri, membantu orang lain, dan menjadikan dunia menjadi lebih baik lagi.
6.     Makhluk Tuhan yang mengandung kemungkinan berbuat baik atau jahat.
7.     Individu yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan, terutama lingkungan social.

REFERENSI :
KEPRIBADIAN BANGSA TIMUR
Kepribadian bangsa Timur dapat diartikan suatu sikap yang dimiliki oleh suatu Negara, yang membentuk ciri khas tersendiri pada bangsa Timur tersebut untuk penyesuaian dirinya terhadap lingkungan. Kepribadian bangsa Timur pada umumnya merupakan kepribadian yang mempunyai sifat toleransi yang tinggi dan mengutamakan kesopanan serta kesantunan dalam bersikap. Kita tinggal di Indonesia yang termasuk ke dalam bangsa Timur, yang dikenal sebagai bangsa yang berkepribadian baik, ramah dan bersahabat. Pada umumnya kepribadian bangsa Timur sangat terbuka dan toleran terhadap bangsa lain, tetapi selama masih sesuai dengan nilai, norma, etika, moral serta adat istiadat yang ada.
Referensi :

Contoh Kepribadian Bangsa Timur
1.     Salim/cium tangan
Salim merupakan perbuatan mencium tangan yang dilakukan oleh seseorang terhadap orang lain guna menghormati orang-orang yang biasanya lebih tua. Misalnya, berpamitan sembari mencium tangan orang tua saat ingin berangkat ke sekolah, mencium tangan Bapak dan Ibu Guru saat bertemu di sekolah, mencium tangan sanak saudara saat sedang bersilaturahmi bersama keluarga, dan mencium tangan orang tua ketika baru tiba dirumah.
2.     Toleransi
Toleransi merupakan perbuatan saling menghargai antar individu maupun kelompok walaupun terdapat perbedaan. Misalnya, ada beberapa macam agama di Indonesia, seperti Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, Konghucu, dan sebagainya. Setiap agama memiliki praktek agama atau ritual tertentu, tidak sama satu dengan yang lainnya. Namun walaupun seperti itu, mereka tetap menghargai satu sama lain. Umat Islam beribadah di Masjid, umat Kristen beribadah di Gereja, umat Hindu beribadah di Pure, umat Budha beribadah di Vihara, mereka tidak saling mengganggu dalam pelaksanaan ibadah masing-masing, justru tetap menghargai umat agama lainnya karena memiliki sikap toleransi.
3.     Tolong menolong dan gotong royong
Tolong menolong dan gotong royong merupakan suatu perbuatan terpuji yang dilakukan oleh seseorang ataupun sekelompok manusia untuk bersama-sama membantu manusia lainnya yang sedang kesulitan dan membutuhkan bantuan. Misalnya, mengirimkan  makanan, minuman, atau pakaian untuk korban bencana alam, memberikan sedekah kepada fakir miskin, turut serta dalam kerja bakti di lingkungan sekitar, serta memberikan bantuan kepada siapapun yang membutuhkan tanpa pandang buluh dan tanpa membeda-bedakan status sosialnya.

PAPER 2
Pengertian Kebudayaan
            Kata "kebudayaan berasal dari (bahasa Sanskerta) yaitu "buddayah" yang merupakan bentuk jamak dari kata"budhi" yang berarti budi atau akal. Kebudayaan diartikan sebagai "hal-hal yang bersangkutan dengan budi atau akal". Pengertian Kebudayaan secara umum adalah hasil cipta, rasa dan karsa manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya yang kompleks yang mencakup pengetahuan, keyakinan, seni, susila, hukum adat dan setiap kebiasaan.

Unsur-unsur kebudayaan
            Menurut Koentjaraningrat, istilah universal menunjukkan bahwa unsur-unsur kebudayaan bersifat universal dan dapat ditemukan di dalam kebudayaan semua bangsa yang tersebar di berbagai penjuru dunia. Ketujuh unsur kebudayaan tersebut adalah :



1.    Sistem Bahasa
Bahasa merupakan sarana bagi manusia untuk memenuhi kebutuhan sosialnya untuk berinteraksi atau berhubungan dengan sesamanya. Dalam ilmu antropologi, studi mengenai bahasa disebut dengan istilah antropologi linguistik. Menurut Keesing, kemampuan manusia dalam membangun tradisi budaya, menciptakan pemahaman tentang fenomena sosial yang diungkapkan secara simbolik, dan mewariskannya kepada generasi penerusnya sangat bergantung pada bahasa

2.    Sistem Pengetahuan
Sistem pengetahuan dalam kultural universal berkaitan dengan sistem peralatan hidup dan teknologi karena sistem pengetahuan bersifat abstrak dan berwujud di dalam ide manusia. Sistem pengetahuan sangat luas batasannya karena mencakup pengetahuan manusia tentang berbagai unsur yang digunakan dalam kehidupannya.
Banyak suku bangsa yang tidak dapat bertahan hidup apabila mereka tidak mengetahui dengan teliti pada musim-musim apa berbagai jenis ikan pindah ke hulu sungai. Selain itu, manusia tidak dapat membuat alat-alat apabila tidak mengetahui dengan teliti ciriciri bahan mentah yang mereka pakai untuk membuat alat-alat tersebut. Tiap kebudayaan selalu mempunyai suatu himpunan pengetahuan tentang alam, tumbuh-tumbuhan, binatang, benda, dan manusia yang ada di sekitarnya.


3.    Sistem Kekerabatan dan Organisasi Sosial
Unsur budaya berupa sistem kekerabatan dan organisasi social merupakan usaha antropologi untuk memahami bagaimana manusia membentuk masyarakat melalui berbagai kelompok sosial. Menurut Koentjaraningrat tiap kelompok masyarakat kehidupannya diatur oleh adat istiadat dan aturan-aturan mengenai ber
bagai macam kesatuan di dalam lingkungan di mana dia hidup dan bergaul dari hari ke hari. Kesatuan sosial yang paling dekat dan dasar adalah kerabatnya, yaitu keluarga inti yang dekat dan kerabat yang lain. Selanjutnya, manusia akan digolongkan ke dalam tingkatantingkatan lokalitas geografis untuk membentuk organisasi social dalam kehidupannya.

4.    Sistem Peralatan Hidup dan Teknologi
Manusia selalu berusaha untuk mempertahankan hidupnya sehingga mereka akan selalu membuat peralatan atau benda-benda tersebut. Perhatian awal para antropolog dalam memahami kebudayaan manusia berdasarkan unsur teknologi yang dipakai suatu masyarakat berupa benda-benda yang dijadikan sebagai peralatan hidup dengan bentuk dan teknologi yang masih sederhana. Dengan demikian, bahasan tentang unsur kebudayaan yang termasuk dalam peralatan hidup dan teknologi merupakan bahasan kebudayaan fisik.

5.    Sistem Ekonomi/Mata Pencaharian Hidup

Mata pencaharian atau aktivitas ekonomi suatu masyarakat menjadi fokus kajian penting etnografi. Penelitian etnografi mengenai sistem mata pencaharian mengkaji bagaimana cara mata pencaharian suatu kelompok masyarakat atau sistem perekonomian mereka untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Sistem ekonomi pada masyarakat tradisional, antara lain
a. berburu dan meramu;
b. beternak;
c. bercocok tanam di ladang;
d. menangkap ikan;
e. bercocok tanam menetap dengan sistem irigasi.



6.    Sistem Religi

Koentjaraningrat menyatakan bahwa asal mula permasalahan fungsi religi dalam masyarakat adalah adanya pertanyaan mengapa manusia percaya kepada adanya suatu kekuatan gaib atau supranatural yang dianggap lebih tinggi daripada manusia dan mengapa manusia itu melakukan berbagai cara untuk berkomunikasi dan mencari hubungan-hubungan dengan kekuatan-kekuatan supranatural tersebut.

Dalam usaha untuk memecahkan pertanyaan mendasar yang menjadi penyebab lahirnya asal mula religi tersebut, para ilmuwan sosial berasumsi bahwa religi suku-suku bangsa di luar Eropa adalah sisa dari bentuk-bentuk religi kuno yang dianut oleh seluruh umat manusia pada zaman dahulu ketika kebudayaan mereka masih primitif.

7.    Kesenian

Perhatian ahli antropologi mengenai seni bermula dari penelitian etnografi mengenai aktivitas kesenian suatu masyarakat tradisional. Deskripsi yang dikumpulkan dalam penelitian tersebut berisi mengenai benda-benda atau artefak yang memuat unsur seni, seperti patung, ukiran, dan hiasan. Penulisan etnografi awal tentang unsur seni pada kebudayaan manusia lebih mengarah pada teknikteknik dan proses pembuatan benda seni tersebut. Selain itu, deskripsi etnografi awal tersebut juga meneliti perkembangan seni musik, seni tari, dan seni drama dalam suatu masyarakat.

Berdasarkan jenisnya, seni rupa terdiri atas seni patung, seni relief, seni ukir, seni lukis, dan seni rias. Seni musik terdiri atas seni vokal dan instrumental, sedangkan seni sastra terdiri atas prosa dan puisi. Selain itu, terdapat seni gerak dan seni tari, yakni seni yang dapat ditangkap melalui indera pendengaran maupun penglihatan. Jenis seni tradisional adalah wayang, ketoprak, tari, ludruk, dan lenong. Sedangkan seni modern adalah film, lagu, dan koreografi.


Wujud kebudayaan
          Terdapat 3 wujud kebudayaan, yaitu
1.     ide/ gagasan : suatu pola pikir, contoh wujud kebudayaan dari gagasan pada masyarakat yogyakarta ialah mempercayai adanya hal hal yang berbau mistis,seperti mempercayai benda benda pusaka, makna motif batik dan lain lainnya
2.     aktifitas : kegiatan/tindakan  yang di lakukan masyarakat. contoh wujud kebudayaan dari aktifitas pada masyarakat yogyakarta ialah siraman pusaka,labuhan,pemberian sesajen padatempat yang di anggap terdapat sesepuh yang telah tiada, dan lainnya
3.     hasil budaya : berupa suatu peninggalan,hasil karya/benda/fisik. contoh wujud kebudayaan dari hasil budaya pada masyrakat yogyakarta ialah keraton,alun alun,batik,keris dan lainnya


Orientasi nilai kebudayaan

          Kluckhohn   dalam   Pelly   (1994)   mengemukakan   bahwa   nilai   budaya merupakan  sebuah  konsep  beruanglingkup  luas  yang  hidup  dalam  alam  fikiran sebahagian besar warga suatu masyarakat, mengenai apa yang paling berharga dalam hidup. Rangkaian konsep itu satu sama lain saling berkaitan dan merupakan sebuah sistem nilai – nilai budaya.
Secara  fungsional  sistem  nilai  ini  mendorong  individu  untuk  berperilaku seperti  apa  yang  ditentukan.  Mereka  percaya,  bahwa  hanya  dengan  berperilaku seperti itu mereka akan berhasil (Kahl, dalam Pelly:1994). Sistem nilai itu menjadi pedoman yang melekat erat secara emosional pada diri seseorang atau sekumpulan orang, malah merupakan tujuan hidup yang diperjuangkan. Oleh karena itu, merubah sistem nilai manusia tidaklah mudah, dibutuhkan waktu. Sebab, nilai – nilai tersebut merupakan  wujud  ideal  dari  lingkungan  sosialnya.  Dapat  pula  dikatakan  bahwa sistem   nilai   budaya   suatu   masyarakat   merupakan   wujud   konsepsional   dari kebudayaan mereka, yang seolah – olah berada diluar dan di atas para individu warga masyarakat itu.
Ada lima masalah pokok kehidupan manusia dalam setiap kebudayaan yang dapat ditemukan secara universal. Menurut Kluckhohn dalam Pelly (1994) kelima masalah pokok tersebut adalah:
(1) masalah hakekat hidup,
(2) hakekat kerja atau karya manusia
(3) hakekat kedudukan manusia dalam ruang dan waktu
(4) hakekat hubungan manusia dengan alam sekitar
(5) hakekat dari hubungan manusia dengan manusia sesamanya.

Perubahaan kebudayaan

          Perubahan (dinamika) kebudayaan adalah perubahan yang terjadi akibat adanya ketidaksesuaian di antara unsur-unsur kebudayaan yang saling berbeda, sehingga terjadi keadaan yang tidak serasi bagi kehidupan. Definisi perubahan (dinamika) kebudayan menurut para ahli, antara lain sebagai berikut.

a. John Lewis Gillin dan John Philip Gillin
Perubahan kebudayaan adalah suatu variasi dari cara-cara hidup yang disebabkan oleh perubahan-perubahan kondisi geografis kebudayaan material, komposisi penduduk, ideologi maupun karena adanya difusi dan penemuan baru dalam masyarakat tersebut.
 
b.Samuel Koenig
Perubahan kebudayaan menunjuk pada modifikasimodifikasi yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia. Modifikasi-modifikasi tersebut terjadi karena sebab-sebab internal maupun eksternal.
 
c. Selo Soemardjan
Perubahan kebudayaan adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan yang memengaruhi sistem sosial, termasuk nilai-nilai, sikap, dan pola-pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.
 
d. Kingsley Davis
Perubahan kebudayaan adalah perubahan yang terjadi dalam struktur masyarakat.
 
Faktor-faktor internal penyebab perubahan kebudayaan, antara lain sebagai berikut.
·                     Adanya ketidakpuasan terhadap sistem nilai yang berlaku.
·                     Adanya individu yang menyimpang dari sistem nilai yangberlaku.
·                     Adanya penemuan baru yang diterima oleh masyarakat.
·                     Adanya perubahan dalam jumlah dan kondisi penduduk.
Faktor-faktor eksternal penyebab perubahan kebudayaan, antara lain sebagai berikut.
·                     Adanya bencana alam, seperti gempa bumi, banjir, dan lainlain.
·                     Timbulnya peperangan.
·                     Kontak dengan masyarakat lain.

Kaitan manusia dengan kebudayaan dan contohnya

Hubungan manusia dan kebudayaan
Manusia dan kebudayaan merupakan dua hal yang sangat erat berkaitan satu sama lain. Manusia di alam dunia inimemegang peranan yang unik, dan dapat dipandang dari berbagai segi. Dalam ilmu sosial manusia merupakan makhluk yang ingin memperoleh keuntungan atau selalu memperhitungkan setiap kegiatan sering disebut homo economicus (ilmu ekonomi). Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri (sosialofi), Makhluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan (politik), makhluk yan g berbudaya dan lain sebagainya.

Contoh hubungan manusia dan kebudayaan
Secara sederhana hubungan antara manusia dan kebudayaan adalah : manusia sebagai perilaku kebudayaan, dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia. Tetapi apakah sesederhana itu hubungan keduanya ?
   Dalani sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal, maksudnya bahwa walaupun keduanya berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan, clan setclah kebudayaan itu tercipta maka kebudayaan mengatur hidup manusia agar sesuai dcngannya. Tampak baliwa keduanya akhimya merupakan satu kesatuan. Contoh sederhana yang dapat kita  lihat adalah hubungan antara manusia dengan peraturan - peraturan