INTERNET ADDICTION
Pengertian Internet Addiction
Seperti halnya adiksi terhadap zat, adiksi internet dapat diartikan sebagai pemakaian internet secara terus-menerus hingga dapat mengganggu kehidupan sehari-hari penderitanya. Kecanduan internet adalah tingkah laku kompulsif, kurang tertarik dengan aktivitas lain, merasa bahwa dunia maya di layar komputer lebih menarik sehingga menghabiskan banyak waktu dalam menggunakan internet serta meliputi symptom-symptom fisik dan mental ketika tingkah laku tersebut ditunda atau dihentikan. Kecanduan internet merupakan gangguan psikologis yang menyebabkan orang untuk menghabiskan begitu banyak waktu pada komputer yang mempengaruhi kesehatan, pekerjaan, keuangan, atau hubungan mereka. Saat inni para ahli kesehatan mental percaya bahwa kecanduan internet dapat dikatagorikan sebagai gangguan yang dapat disebut sebagai gangguan kecanduan internet. Hal ini dapat memiliki efek semacam gangguan yang terjadi pada penyalahgunaan zat atau kecanduan judi. Hingga saat ini Kecanduan internet belum diteliti sebagaimana gangguan atau penyakit mental lainnya, sehingga tidak diketahui persis berapa banyak orang mengalami gangguan tersebut. Akan tetapi saat ini gangguan kecanduan internet sangat berkembang pesat seiring bertambahnya pengguna internet. Saat ini, berdasarkan salah satu sumber menyebutkan bahwa pengguna internet indonesia sudah mencapai 88,1 juta dan diperkirakan akan terus bertambah jumlahnya.
Jenis-Jenis Internet Addiction
a. Cybersexual Addiction,
Termasuk ke dalam cybersexual addiction antara lain adalah individu yang secara kompulsif mengunjungi website-website khusus orang dewasa, melihat hal-hal yang berkaitan dengan seksualitas yang tersaji secara eksplisit, dan terlibat dalam pengunduhan dan distribusi gambar-gambar dan file-file khusus orang dewasa.
b. Cyber-Relationship Addiction
Cyber-relationship addiction mengacu pada individu yang senang mencari teman atau relasi secara online. Individu tersebut menjadi kecanduan untuk ikut dalam layanan chat room dan seringkali menjadi terlalu-terlibat dalam hubungan pertemanan online atau terikat dalam perselingkuhan virtual.
c. Net compulsions
Yang termasuk dalam sub tipe net compulsions misalnya perjudian online, belanja online, dan perdagangan online.
d. Information Overload
Information overload mengacu pada web surfing yang bersifat kompulsif.
e. Computer Addiction
Salah satu bentuk dari computer addiction adalah bermain game komputer yang bersifat obsesif.
Fenomena Addiction yang Ada Pada Saat Ini

Di Korea Selatan sudah ada 10 peristiwa kematian di internet kafe terkait sakit jantung dan masalah lain nya, begitu juga dengan pembunuhan terkait game.
Sebuah laporan dari China mengungkap bahwa setidaknya satu dari enam orang pengguna internet di China kecanduan terhadap internet sampai batas tertentu.
Kecanduan internet dapat secara khusus menjadi masalah bagi kaum remaja dan anak muda, yang kurang memiliki peraturan iri dan lebih rentan pengaruh media. Kecanduan internet masih jadi perdebatan untuk masuk dalam gangguan kejiawaan atau tidak. Para pasien yang mengalami kecanduan internet juga sering mengalami kondisi kejiwaan lain seperti kurang perhatian gangguan hiperaktif, depresi, kecemasan, rendah kepercayaan diri, impulsif, tak tahu malu, dan cenderung mau bunuh diri.
Kasus Kecanduan Internet Meningkat di Jerman
Rata-rata mereka menunjukkan simtom yang sama dengan kecanduan narkoba atau alkohol. Mereka yang mengalami kecanduan internet kerap memutus komunikasi dengan keluarga dan teman mereka di dunia nyata. “Banyak yang menyadari, mereka mengabaikan aktifitas sosial dan kegiatan waktu luangnya. Mereka tidak bisa lagi mengendalikan konsumsinya akan internet”, kata Bender. Manusia dan Internet merupakan sebuah interaksi yang sangat melekat pada masa kini, manusia sangat membutuhkan internet untuk kebutuhan sehari-hari. Internet sangat berpengaruh terhadap pekerjaan, karena internet memang sangat menguntungkan untuk penggunanya. Internet addiction oleh Young (dalam Tuapattimaja & Rahayu) diungkapkan sebagai sebuah syndrome yang ditandai dengan menghabiskan banyak waktu dalam menggunakan internet dan tidak mampu mengontrol penggunaannya saat online, orang-orang yang menunjukkan syndrome ini akan merasa cemas, depresi,atau hampa saat tidak online di internet serta menyebabkan korbannya mulai menyembunyikan tingkat ketergantungannya terhadap internet tersebut. Penggunaan internet yang berlebihan mencapai presentase 52% sangat jauh berbeda dengan yang kecanduan internet yang hanya mencapai 8% saja.
Walaupun masalah kecanduan internet hanya mencapai presentase yang sedikit, tetapi melihat presentase penggunaan internet yang berlebihan mencapai 52% perlu diperhatikan lagi permasalahan ini, karena kecanduan internet bermula dari keasyikan kita berlama-lama menggunakan internet, lambat laun kita akan merasa cemas dengan tidak bermain internet, dan lama-kelamaan akan menjadi pecandu internet yang sulit lepas dari internet dan berdampak kurang baik dalam aspek psikologis (neuroticism, extraversion, kecemasan sosial, kesepian emosional, kesepian sosial, dukungan sosial, dan dukungan sosial internet). Kecanduan internet disebut sebagai Internet Addiction Disorder (IAD). 1. Lupa waktu, Selalu ingin menghabiskan lebih banyak waktu di internet sehingga akan menguras waktu efektif yang ada. 4. Mengakses internet lebih lama dari yang di niatkan. Yang ada dalam pikirannya hanya internet dan internet,bahkan ketika dia sedang belajar, bermain atau bahkan sebelum tidur dia pasti berpikiran pada internet. Hal ini terjadi karena penggunaan internet yang berlebihan sehingga orang yang kecanduan internet tidak mempunyai waktu untuk berinteraksi atau mengerjakan hal lain yang sebenarnya bermanfaat.Biasanya sifat orang yang kecanduan internet lebih tertutup, karena dia lebih sering berada pada dunianya sendiri dan jarang berinteraksi dengan orang lain. 9. Menyembunyikan penggunaan internet dari keluarga atau teman. 10. Berani mengorbankan apapun demi koneksi internet, contohnya dia berani mencuri uang demi internet, ada juga yang membunuh hanya demi koneksi internet.
Banyak kasus yang dapat kita lihat ketika seseorang sudah terjangkit kecanduan internet, memang kalau seseorang sudah masuk dunia ini banyak sekali godaan yang muncul dari mulai informasi yang baik hingga yang tidak baik, banyak orang tua yang mengeluhkan karena anaknya keranjingan game online, tidak hanya khawatir akan kebiasaan anaknya tapi karena bermain game online yang tidak wajar dapat mengganggu keuangan keluarga. 1. Dibandingkan jaringan listrik, orang di Inggris lebih memilih koneksi internet. Mereka mengaku selalu gelisah jika tidak ada koneksi internet. menurut mereka koneksi internet lebih penting dari pada jaringan listrik itu sendiri. Belakangan ini Wang memang sedang kecanduan internet. 4. Sekitar 4 juta remaja di China kecanduan Game online yang tidak sehat sehingga mereka keasyikan menghabiskan waktunya di warnet game online daripada bermain di dunia nyata. yang tidak patriotik. Penyebab Kecanduan internet Orang-orang tersebut mengalami gejala yang sama dengan kecanduan obat bius, yaitu lupa waktu dalam berinternet. Kebanyakan orang yang kecanduan internet ini dikarenakan mereka menemukan kepuasan di internet, yang tidak mereka dapatkan di dunia nyata. Mereka yang kecanduan internet seakan akan hidup di dunianya sendiri,karena apa yang mereka inginkan selalu disediakan internet. Banyak anak yang tidak peduli dengan masa depan. Para siswa ini menjadi lupa waktu, bahkan sampai memakai uang bayaran sekolah untuk membayar sewa games online, Para orang tua yang harus menanggung tagihan telepon dan internet yang sangat besar karena ada anggota keluarga yang lupa waktu dalam memakai internet.
Namanya juga kecanduan, maka waktu yang diperlukan cukup lama untuk merubah kecanduan internet menjadi sesuatu yang proporsional dimana internet benar-benar berjalan sesuai fungsinya yang positif, berikut beberapa tips untuk mengurangi kecanduan internet - Niat yang kuat Niat yang besar dan kuat untuk "sembuh" dan melepas kecanduan dari internet adalah suatu pangkal usaha kita karena tanpa niat yang kuat tips tips selanjutnya seakan tidak berguna. Masalah yang seperti ini yang harus ditemukan dan menggantinya dengan metode lain yang lebih baik. Biasanya orang yang kecanduan internet tidak mempunyai jadwal yang teratur dalam keseharian aktifitasnya, oleh karena itu kita harus mulai mengatur ulang jadwal rutinitas kita dengan proporsional. Banyak dari mereka yang tidak bisa lepas dari internet walau hanya sehari. Apa yang tidak boleh diabaikan dalam survei ini adalah bahwa persentase yang signifikan dari siswa yang diyakini begitu terobsesi untuk ‘online’ tak dapat menahan dirinya untuk tidak mengakses internet. Dalam beberapa kasus, mereka melewati sekolah dan membatasi diri mereka di kamar. Kecanduan kaum muda ini terhadap internet selama masa pertumbuhan mereka merusak pikiran dan tubuh mereka. Beberapa pecandu internet memiliki gangguan gizi karena kebiasaan makan yang tidak teratur. Semakin kecanduan dengan internet, semakin besar kemungkinan mereka akan merasa tertekan. Perhatian medis dibutuhkan untuk orang yang mengalami kecanduan serius terhadap internet. Hal ini diperlukan untuk memelihara spesialis dengan keahlian yang cukup untuk menyembuhkan orang kecanduan internet dan menciptakan pusat-pusat untuk menyediakan layanan konsultasi bagi pecandu.
Faktor Etiologi
Kecanduan internet bisa dialami oleh siapa saja. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan seseorang mengalami kecanduan internet. Faktor tersebut adalah sebagai berikut:
1. Faktor Psikodinamik dan Kepribadian
Kecanduan internet dapat terjadi karena kepribadian. Seseorang yang mengalami stres biasanya akan berselancar di dunia maya untuk mengurangi stres yang dialami tersebut. Hal ini disebut sebut dapat mempengaruhi untuk mengembangkan kecanduan internet.
2. Faktor Sosial Budaya
Kecanduan internet mungkin tergantung pada faktor-faktor sosial dan budaya. Orang yang hidup di lingkungan di mana masyarakatnya merupakan pengguna internet, memungkinkan ia untuk menjadi pengguna dan menyebabkankan kecanduan. Namun, hal ini masih perlu diteliti lebih lanjut apakah faktor sosial budaya benar benar mempengaruhi seseorang untuk mengalami kecanduan internet.
3. Faktor perilaku
Internet memungkinkan seseorang untuk melarikan diri dari kenyataan, menerima hiburan atau rasa senang dari internet. Hal ini akan menyebabkan seseorang terdorong untuk lebih sering mengakses internet, yang secara perlahan akan menyebabkan mereka merasa tidak bisa lepas dari internet dan membuatnya merasa kecanduan.
4. Faktor biomedis
Kecanduan internet juga dapat disebabkan oleh faktor biomedis, faktor yang terjadi secara turun-temurun seperti masalah kromosom, ketidakseimbangan kimia di otak atau perubahan di tingkat neurotransmitter dapat menyebabkan kecanduan internet, seperti yang terjadi pada kecanduan alkohol, rokok, dan kecanduan lainnya.
Gejala Kecanduan Internet
Kecanduan internet berbeda dengan istilah hobi berinternet. Orang yang mengalami kecanduan internet akan mengalami satu atau lebih dari beberapa gejala sebagai berikut.
· Merasa malas untuk melakukan aktifitas seperti bekerja atau bersekolah
· Mengurangi pergaulan atau mengurangi keterlibatan dengan orang sekitar seperti teman atau keluarga.
· Kehilangan minat terhadapat hobi dan kegiatan lainnya.
· Timbul perasaan cemas, bahkan depresi ketika ia tidak menemukan fasilitas internet
· Ketika jauh dari fasilitas internet, ia akan berusaha sekuat mungkin untuk mendapatkan fasilitas tersebut
· Akan bertindak reaktif ketika seseorang memberikan komentar tentang perilakunya
Orang yang kecanduan internet akan menghabiskan waktu mereka untuk melakukan hal hal seperti bermain game, dating, bersosial, dan bahkan melakukan hal hal negatif seperti berjudi dan mengakses konten konten asusila.
Mengatasi Kecanduan Internet
Kecanduan internet dapat terjadi karena seseorang mengalami stres, oleh karenanya hal ini juga perlu diatasi dengan memberikan obat antidepresan. Selain memberikan obat antidepresan, penderita juga dapat diberikan latihan fisik untuk mengurangi kadar dopamin. Selain itu, terapi perilaku kognitif dapat membantu dengan beberapa gejala kecanduan internet, seperti depresi dan kecemasan. Terapi ini bertujuan untuk mengubah perilaku kecanduan internet yang dialami.
Referensi :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar