Jumat, 02 Oktober 2015

Manusia dan Kebudayaan

PAPER 1
JUDUL   : MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

PENGERTIAN MANUSIA
Manusia adalah realisasi individu maupun kelompok yang bisa diartikan sebagai makhluk social, dimana manusia membutuhkan individu maupun kelompok lain. Jadi, manusia memiliki ketergantungan dengan manusia lainnya dan tidak bisa hidup sendiri. Manusia juga merupakan makhluk yang paling sempurna karena memiliki akal, pikiran, perasaan dan keyakinan.
REFERENSI :

HAKEKAT MANUSIA
1.     Makhluk yang memiliki tenaga untuk menggerakkan hidupnya dan memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.
2.     Individu yang bersikap rasional yang memiliki rasa bertanggung jawab.
3.     Mampu mengarahkan dan mengontrol dirinya ke tujuan yang positif serta dapat menentukan nasibnya.
4.     Makhluk yang selalu berkembang selama hidupnya.
5.     Individu yang memiliki usaha mewujudkan dirinya sendiri, membantu orang lain, dan menjadikan dunia menjadi lebih baik lagi.
6.     Makhluk Tuhan yang mengandung kemungkinan berbuat baik atau jahat.
7.     Individu yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan, terutama lingkungan social.

REFERENSI :
KEPRIBADIAN BANGSA TIMUR
Kepribadian bangsa Timur dapat diartikan suatu sikap yang dimiliki oleh suatu Negara, yang membentuk ciri khas tersendiri pada bangsa Timur tersebut untuk penyesuaian dirinya terhadap lingkungan. Kepribadian bangsa Timur pada umumnya merupakan kepribadian yang mempunyai sifat toleransi yang tinggi dan mengutamakan kesopanan serta kesantunan dalam bersikap. Kita tinggal di Indonesia yang termasuk ke dalam bangsa Timur, yang dikenal sebagai bangsa yang berkepribadian baik, ramah dan bersahabat. Pada umumnya kepribadian bangsa Timur sangat terbuka dan toleran terhadap bangsa lain, tetapi selama masih sesuai dengan nilai, norma, etika, moral serta adat istiadat yang ada.
Referensi :

Contoh Kepribadian Bangsa Timur
1.     Salim/cium tangan
Salim merupakan perbuatan mencium tangan yang dilakukan oleh seseorang terhadap orang lain guna menghormati orang-orang yang biasanya lebih tua. Misalnya, berpamitan sembari mencium tangan orang tua saat ingin berangkat ke sekolah, mencium tangan Bapak dan Ibu Guru saat bertemu di sekolah, mencium tangan sanak saudara saat sedang bersilaturahmi bersama keluarga, dan mencium tangan orang tua ketika baru tiba dirumah.
2.     Toleransi
Toleransi merupakan perbuatan saling menghargai antar individu maupun kelompok walaupun terdapat perbedaan. Misalnya, ada beberapa macam agama di Indonesia, seperti Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, Konghucu, dan sebagainya. Setiap agama memiliki praktek agama atau ritual tertentu, tidak sama satu dengan yang lainnya. Namun walaupun seperti itu, mereka tetap menghargai satu sama lain. Umat Islam beribadah di Masjid, umat Kristen beribadah di Gereja, umat Hindu beribadah di Pure, umat Budha beribadah di Vihara, mereka tidak saling mengganggu dalam pelaksanaan ibadah masing-masing, justru tetap menghargai umat agama lainnya karena memiliki sikap toleransi.
3.     Tolong menolong dan gotong royong
Tolong menolong dan gotong royong merupakan suatu perbuatan terpuji yang dilakukan oleh seseorang ataupun sekelompok manusia untuk bersama-sama membantu manusia lainnya yang sedang kesulitan dan membutuhkan bantuan. Misalnya, mengirimkan  makanan, minuman, atau pakaian untuk korban bencana alam, memberikan sedekah kepada fakir miskin, turut serta dalam kerja bakti di lingkungan sekitar, serta memberikan bantuan kepada siapapun yang membutuhkan tanpa pandang buluh dan tanpa membeda-bedakan status sosialnya.

PAPER 2
Pengertian Kebudayaan
            Kata "kebudayaan berasal dari (bahasa Sanskerta) yaitu "buddayah" yang merupakan bentuk jamak dari kata"budhi" yang berarti budi atau akal. Kebudayaan diartikan sebagai "hal-hal yang bersangkutan dengan budi atau akal". Pengertian Kebudayaan secara umum adalah hasil cipta, rasa dan karsa manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya yang kompleks yang mencakup pengetahuan, keyakinan, seni, susila, hukum adat dan setiap kebiasaan.

Unsur-unsur kebudayaan
            Menurut Koentjaraningrat, istilah universal menunjukkan bahwa unsur-unsur kebudayaan bersifat universal dan dapat ditemukan di dalam kebudayaan semua bangsa yang tersebar di berbagai penjuru dunia. Ketujuh unsur kebudayaan tersebut adalah :



1.    Sistem Bahasa
Bahasa merupakan sarana bagi manusia untuk memenuhi kebutuhan sosialnya untuk berinteraksi atau berhubungan dengan sesamanya. Dalam ilmu antropologi, studi mengenai bahasa disebut dengan istilah antropologi linguistik. Menurut Keesing, kemampuan manusia dalam membangun tradisi budaya, menciptakan pemahaman tentang fenomena sosial yang diungkapkan secara simbolik, dan mewariskannya kepada generasi penerusnya sangat bergantung pada bahasa

2.    Sistem Pengetahuan
Sistem pengetahuan dalam kultural universal berkaitan dengan sistem peralatan hidup dan teknologi karena sistem pengetahuan bersifat abstrak dan berwujud di dalam ide manusia. Sistem pengetahuan sangat luas batasannya karena mencakup pengetahuan manusia tentang berbagai unsur yang digunakan dalam kehidupannya.
Banyak suku bangsa yang tidak dapat bertahan hidup apabila mereka tidak mengetahui dengan teliti pada musim-musim apa berbagai jenis ikan pindah ke hulu sungai. Selain itu, manusia tidak dapat membuat alat-alat apabila tidak mengetahui dengan teliti ciriciri bahan mentah yang mereka pakai untuk membuat alat-alat tersebut. Tiap kebudayaan selalu mempunyai suatu himpunan pengetahuan tentang alam, tumbuh-tumbuhan, binatang, benda, dan manusia yang ada di sekitarnya.


3.    Sistem Kekerabatan dan Organisasi Sosial
Unsur budaya berupa sistem kekerabatan dan organisasi social merupakan usaha antropologi untuk memahami bagaimana manusia membentuk masyarakat melalui berbagai kelompok sosial. Menurut Koentjaraningrat tiap kelompok masyarakat kehidupannya diatur oleh adat istiadat dan aturan-aturan mengenai ber
bagai macam kesatuan di dalam lingkungan di mana dia hidup dan bergaul dari hari ke hari. Kesatuan sosial yang paling dekat dan dasar adalah kerabatnya, yaitu keluarga inti yang dekat dan kerabat yang lain. Selanjutnya, manusia akan digolongkan ke dalam tingkatantingkatan lokalitas geografis untuk membentuk organisasi social dalam kehidupannya.

4.    Sistem Peralatan Hidup dan Teknologi
Manusia selalu berusaha untuk mempertahankan hidupnya sehingga mereka akan selalu membuat peralatan atau benda-benda tersebut. Perhatian awal para antropolog dalam memahami kebudayaan manusia berdasarkan unsur teknologi yang dipakai suatu masyarakat berupa benda-benda yang dijadikan sebagai peralatan hidup dengan bentuk dan teknologi yang masih sederhana. Dengan demikian, bahasan tentang unsur kebudayaan yang termasuk dalam peralatan hidup dan teknologi merupakan bahasan kebudayaan fisik.

5.    Sistem Ekonomi/Mata Pencaharian Hidup

Mata pencaharian atau aktivitas ekonomi suatu masyarakat menjadi fokus kajian penting etnografi. Penelitian etnografi mengenai sistem mata pencaharian mengkaji bagaimana cara mata pencaharian suatu kelompok masyarakat atau sistem perekonomian mereka untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Sistem ekonomi pada masyarakat tradisional, antara lain
a. berburu dan meramu;
b. beternak;
c. bercocok tanam di ladang;
d. menangkap ikan;
e. bercocok tanam menetap dengan sistem irigasi.



6.    Sistem Religi

Koentjaraningrat menyatakan bahwa asal mula permasalahan fungsi religi dalam masyarakat adalah adanya pertanyaan mengapa manusia percaya kepada adanya suatu kekuatan gaib atau supranatural yang dianggap lebih tinggi daripada manusia dan mengapa manusia itu melakukan berbagai cara untuk berkomunikasi dan mencari hubungan-hubungan dengan kekuatan-kekuatan supranatural tersebut.

Dalam usaha untuk memecahkan pertanyaan mendasar yang menjadi penyebab lahirnya asal mula religi tersebut, para ilmuwan sosial berasumsi bahwa religi suku-suku bangsa di luar Eropa adalah sisa dari bentuk-bentuk religi kuno yang dianut oleh seluruh umat manusia pada zaman dahulu ketika kebudayaan mereka masih primitif.

7.    Kesenian

Perhatian ahli antropologi mengenai seni bermula dari penelitian etnografi mengenai aktivitas kesenian suatu masyarakat tradisional. Deskripsi yang dikumpulkan dalam penelitian tersebut berisi mengenai benda-benda atau artefak yang memuat unsur seni, seperti patung, ukiran, dan hiasan. Penulisan etnografi awal tentang unsur seni pada kebudayaan manusia lebih mengarah pada teknikteknik dan proses pembuatan benda seni tersebut. Selain itu, deskripsi etnografi awal tersebut juga meneliti perkembangan seni musik, seni tari, dan seni drama dalam suatu masyarakat.

Berdasarkan jenisnya, seni rupa terdiri atas seni patung, seni relief, seni ukir, seni lukis, dan seni rias. Seni musik terdiri atas seni vokal dan instrumental, sedangkan seni sastra terdiri atas prosa dan puisi. Selain itu, terdapat seni gerak dan seni tari, yakni seni yang dapat ditangkap melalui indera pendengaran maupun penglihatan. Jenis seni tradisional adalah wayang, ketoprak, tari, ludruk, dan lenong. Sedangkan seni modern adalah film, lagu, dan koreografi.


Wujud kebudayaan
          Terdapat 3 wujud kebudayaan, yaitu
1.     ide/ gagasan : suatu pola pikir, contoh wujud kebudayaan dari gagasan pada masyarakat yogyakarta ialah mempercayai adanya hal hal yang berbau mistis,seperti mempercayai benda benda pusaka, makna motif batik dan lain lainnya
2.     aktifitas : kegiatan/tindakan  yang di lakukan masyarakat. contoh wujud kebudayaan dari aktifitas pada masyarakat yogyakarta ialah siraman pusaka,labuhan,pemberian sesajen padatempat yang di anggap terdapat sesepuh yang telah tiada, dan lainnya
3.     hasil budaya : berupa suatu peninggalan,hasil karya/benda/fisik. contoh wujud kebudayaan dari hasil budaya pada masyrakat yogyakarta ialah keraton,alun alun,batik,keris dan lainnya


Orientasi nilai kebudayaan

          Kluckhohn   dalam   Pelly   (1994)   mengemukakan   bahwa   nilai   budaya merupakan  sebuah  konsep  beruanglingkup  luas  yang  hidup  dalam  alam  fikiran sebahagian besar warga suatu masyarakat, mengenai apa yang paling berharga dalam hidup. Rangkaian konsep itu satu sama lain saling berkaitan dan merupakan sebuah sistem nilai – nilai budaya.
Secara  fungsional  sistem  nilai  ini  mendorong  individu  untuk  berperilaku seperti  apa  yang  ditentukan.  Mereka  percaya,  bahwa  hanya  dengan  berperilaku seperti itu mereka akan berhasil (Kahl, dalam Pelly:1994). Sistem nilai itu menjadi pedoman yang melekat erat secara emosional pada diri seseorang atau sekumpulan orang, malah merupakan tujuan hidup yang diperjuangkan. Oleh karena itu, merubah sistem nilai manusia tidaklah mudah, dibutuhkan waktu. Sebab, nilai – nilai tersebut merupakan  wujud  ideal  dari  lingkungan  sosialnya.  Dapat  pula  dikatakan  bahwa sistem   nilai   budaya   suatu   masyarakat   merupakan   wujud   konsepsional   dari kebudayaan mereka, yang seolah – olah berada diluar dan di atas para individu warga masyarakat itu.
Ada lima masalah pokok kehidupan manusia dalam setiap kebudayaan yang dapat ditemukan secara universal. Menurut Kluckhohn dalam Pelly (1994) kelima masalah pokok tersebut adalah:
(1) masalah hakekat hidup,
(2) hakekat kerja atau karya manusia
(3) hakekat kedudukan manusia dalam ruang dan waktu
(4) hakekat hubungan manusia dengan alam sekitar
(5) hakekat dari hubungan manusia dengan manusia sesamanya.

Perubahaan kebudayaan

          Perubahan (dinamika) kebudayaan adalah perubahan yang terjadi akibat adanya ketidaksesuaian di antara unsur-unsur kebudayaan yang saling berbeda, sehingga terjadi keadaan yang tidak serasi bagi kehidupan. Definisi perubahan (dinamika) kebudayan menurut para ahli, antara lain sebagai berikut.

a. John Lewis Gillin dan John Philip Gillin
Perubahan kebudayaan adalah suatu variasi dari cara-cara hidup yang disebabkan oleh perubahan-perubahan kondisi geografis kebudayaan material, komposisi penduduk, ideologi maupun karena adanya difusi dan penemuan baru dalam masyarakat tersebut.
 
b.Samuel Koenig
Perubahan kebudayaan menunjuk pada modifikasimodifikasi yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia. Modifikasi-modifikasi tersebut terjadi karena sebab-sebab internal maupun eksternal.
 
c. Selo Soemardjan
Perubahan kebudayaan adalah segala perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan yang memengaruhi sistem sosial, termasuk nilai-nilai, sikap, dan pola-pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.
 
d. Kingsley Davis
Perubahan kebudayaan adalah perubahan yang terjadi dalam struktur masyarakat.
 
Faktor-faktor internal penyebab perubahan kebudayaan, antara lain sebagai berikut.
·                     Adanya ketidakpuasan terhadap sistem nilai yang berlaku.
·                     Adanya individu yang menyimpang dari sistem nilai yangberlaku.
·                     Adanya penemuan baru yang diterima oleh masyarakat.
·                     Adanya perubahan dalam jumlah dan kondisi penduduk.
Faktor-faktor eksternal penyebab perubahan kebudayaan, antara lain sebagai berikut.
·                     Adanya bencana alam, seperti gempa bumi, banjir, dan lainlain.
·                     Timbulnya peperangan.
·                     Kontak dengan masyarakat lain.

Kaitan manusia dengan kebudayaan dan contohnya

Hubungan manusia dan kebudayaan
Manusia dan kebudayaan merupakan dua hal yang sangat erat berkaitan satu sama lain. Manusia di alam dunia inimemegang peranan yang unik, dan dapat dipandang dari berbagai segi. Dalam ilmu sosial manusia merupakan makhluk yang ingin memperoleh keuntungan atau selalu memperhitungkan setiap kegiatan sering disebut homo economicus (ilmu ekonomi). Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri (sosialofi), Makhluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan (politik), makhluk yan g berbudaya dan lain sebagainya.

Contoh hubungan manusia dan kebudayaan
Secara sederhana hubungan antara manusia dan kebudayaan adalah : manusia sebagai perilaku kebudayaan, dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia. Tetapi apakah sesederhana itu hubungan keduanya ?
   Dalani sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal, maksudnya bahwa walaupun keduanya berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan, clan setclah kebudayaan itu tercipta maka kebudayaan mengatur hidup manusia agar sesuai dcngannya. Tampak baliwa keduanya akhimya merupakan satu kesatuan. Contoh sederhana yang dapat kita  lihat adalah hubungan antara manusia dengan peraturan - peraturan



Tidak ada komentar:

Posting Komentar