Rabu, 20 Januari 2016


PAPER 7
Manusia dengan Keindahan

Keindahan adalah sesuatu yang membuat diri maupun hati manusia terkagum-kagum akan suatu pesona dari manusia, benda, lingkungan tempat tinggal maupun pemandangan alam yang dilihatnya. Keindahan sendiri identik dengan sesuatu hal yang manusia tersebut baru melihatnya pertama kali, misalkan manusia tersebut pergi ke suatu tempat di pegunungan seperti mendaki yang berada jauh dari tempat tinggalnya yang belum pernah ia datangi sebelumnya. Dan setiap keindahan itu tergantung pada selera orang masing-masing. Menurut saya keindahan alam dapat diartikan dengan penglihatan akan suatu pesona alam, dan dapat dijelaskan dengan kata-kata begitu juga sama dengan keindahan seni.

Renungan berasal dari kata renung yang artinya diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil merenung. Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori antara lain : teori pengungkapan, teori metafisik dan teori psikologis. Namun renungan pemikiran mendalam terhadap cerita, analogi, anekdot atau peristiwa untuk mendapatkan hikmah tertentu. Ada hasil yg kita dapatkan dari renungan, yaitu berupa hikmah. Dan hikmah itu selalu baik. Proses mendapatkan hikmah dari renungan adalah sebuah momen atau pencerahan yang tidak akan mudah dilupakan.

Keserasian adalah perbandingan antar dua menjadi sesuatu yang cocok. Keserasian itu bisa dikatakan bukan hanya sesuatu yang cocok dan wajar, namun sesuatu yang memiliki nilai lebih dari wajar. Keserasian berasal dari kata "serasi" artinya cocok atau sesuai, memilki faktor perpaduan dan keseimbangan. Dalam hubungannya dengan keindahan, keserasian memiliki makna perpaduan antara berbagai unsur yang menjadi satu sehingga menimbulkan satu bentuk keindahan. Sehingga keserasian memiliki hubungan yang erat kaintannya dengan keindahan, tanpa adanya keserasian, keindahan tidak akan terwujud dalam sebuah karya atau benda yang diciptakan manusia dalam tujuan estetika.

Hubungan manusia dan keindahan adalah karena manusia memiliki lima komponen yang secara otomatis dimiliki ketika manusia tesebut dilahirkan. Ke-lima komponen tersebut adalah nafsu, akal, hati, ruh, dan sirri (rahasia ilahi). Dengan modal yang telah diberikan kepada manusia itulah (nafsu, akal dan hati) akhirnya manusia tidak dapat dipisahkan dengan sesuatu yang disebut dengan keindahan. Dengan akal, manusia memiliki keinginan-keinginan yang menyenangkan (walaupun hanya untuk dirinya sendiri) dalam ruang renungnya, dengan akal pikiran manusia melakukan kontemplasi komprehensif guna mencari nilai-nilai, makna, manfaat, dan tujuan dari suatu penciptaan yang endingnya pada kepuasan, dimana kepuasan ini juga merupakan salah satu indikator dari keindahan. Seperti saat kita melihat sebuah keindahan seperti keselarasan dekorasi ruangan, harmonisnya hubungan, dan berbagai nilai estetis yang pernah kita rasakan akan mendorong kita untuk menjadikan keindahan yang pernah kita lihat atau rasakan menjadi tolak ukur keindahan selanjutnya yang akan terus kita cari guna mencapai kepuasan indrawi kita.

Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar