Cast :
Mary Elizabeth Winstead as Michelle
John Goodman as Howard Stambler
John Gallagher, Jr. as Emmett DeWitt
Bradley Cooper as Ben (voice)
Suzanne Cryer as Leslie
Jamie Clay as State Trooper
Intro film ini dimulai dari pengenalan tokoh utama, Michele, yang digambarkan lagi galau berat abis berantem sama cowonya, lalu ia mutusin buat minggat. Karna cewe memang baperan, ditengah perjalanan, Michele kehilangan fokus nyetir hingga berakibat fatal, ia mengalami kecelakaan yang cukup hebat hingga mobilnya kluar dari jalanan. Gubraaaaaakkkkkk. Cciiiiiittttttt....mobil Michele ringsek dalam kegelapan.
Setelah siuman, Michele terbangun di sebuah ruangan kecil yang mirip dengan penjara bawah tanah. Tangannya diinfus, kakinya dirantai. Bisa dibayangin betapa shock nya Michele. Udah gak enak aja prasaannya Michele. Tak lama kemudian, sesosok pria tambun paruh baya menghampirinya. Pria itu bernama Howard. Howard ini ngaku kalo dia yang nylametin Michele di jalan. Dan dia juga ngomong kalo kondisi dunia luar saat ini udah chaos, karna wabah virus menular lewat udara. Tapi ternyata Michele bukanlah satu2nya orang yang "terjebak" di dalam bunker itu. Ada seorang pria lain bernama Emmet yang merupakan tetangga dekat dari Howard.
Pertamanya Michele gak percaya 100% sama omongannya Howard, sampai suatu saat Michele brusaha kabur dengan merebut kunci & menghajar Howard dengan mecahin botol bir ke kepalanya. Satu persatu gembok berhasil dibuka, tinggal buka tuh pintu terakhirnya, sampai Michele terhenyak melihat sesosok wanita di luar pintu, persis skali dengan gambaran wabah menular yang dicritain Howard. Sangat mengerikan. Sekujur tubuhnya kulitnya mengelupas, meronta-ronta ngotot pengen masuk ke dalam bunker. Akhirnya Michele pun terpaksa mempercayai apa yang dikatakan Howard tentang penyakit menular di dunia luar sana.
Di dalam bunker, hari demi hari, mereka bertiga mulai hidup nyaman layaknya sebuah keluarga. Mereka bisa bebas makan minum mandi nonton dvd tanpa terjangkit wabah virus menular. Michele juga dapetin baju bekas putri Howard yang bernama Megan. Howard ngasih tau ke Michele kalo ia punya putri remaja bernama Megan, dan tanpa ragu ngasih liat fotonya Megan kepada Michele. Howard ngomong kalo putrinya itu ga pernah kembali alias udah menghilang pergi bersama istrinya keluar kota berbulan-bulan yang lalu.
Nampaknya doktrin dari Howard ini udah bisa ditrima oleh Michele & Emmeth. Sampai suatu saat, mesin sistem penyaringan udara tiba2 ngadat, hrs segera diperbaiki klo gak mreka bakal kehabisan oksigen di dalam bunker itu. And guess what? Satu-satunya orang yang muat untuk nglewatin saluran ventilasi udara itu ya cuman Michele doang. Secara badan cewek kan tipis. Lorong ventilasi itu sangat sempit & berkelok-kelok. Setelah merangkak mati-matian, finally Michele udah nyampe ke ujung saluran udara itu, & langsung benerin mesinnya, persis seperti instruksi dari Howard. Mesin pun kembali berjalan normal.
Tapi, perhatian Michele tertuju ke atas tangga, ada sebuah jendela kaca yang viewnya nampak dunia luar. Michele kaget melihat sebuah tulisan : HELP !!!. Sekilas nampak biasa, tapi ternyata, tulisan itu digoreskan dari dalam, karna memang jendela itu terkunci digembok dari dalam. Ini artinya, dulu pernah ada gadis seperti Michele, yang brusaha minta tolong dengan menuliskan pesan itu berharap ada orang di luar sana yang bisa nolongin dia keluar dari dalam bunker itu. Kecurigaan Michele makin memuncak setelah ia nemuin sepasang anting yang persis seperti yang dikenakan Megan di dalam foto yang pernah diliat Michele.Hmmm, udah bisa dipastikan kalo Howard adalah pembohong besar.
Michele pun segera laporin hasil temuannya ke Emmeth. Alangkah terkejutnya saat Michele nunjukin foto yang slama ini diyakini sebagai Megan, tapi ternyata menurut Emmeth foto itu adalah gadis remaja yang bernama Britney yang hilang skitar 2th yang lalu. Emmeth kenal karna Britney itu temen sekelas adiknya Emmeth. Finally, kebohongan besar Howard pun terungkap. Ternyata Howard adalah om-om mesum pedofil yang sadis.
Michele segera menyusun escape plan bareng Emmeth. Berbekal tirai kamar mandi yang dimodifikasi dengan mudahnya oleh Michele, ya, dalam film ini Michele adalah seorang yg berbakat di bidang fashion designer, tirai kamar mandi itu disulap menjadi sebuah jubah & masker yang siap dipakai keluar bunker. Tapi sialnya, escape plan itu tercium juga oleh Howard. Dengan bengisnya, Howard menembak Emmeth dengan pistolnya. Dooorr,meletus balon hijau, eh maksud saya Emmeth tewas seketika. Michele pun menjadi ragu & ketakutan setengah mati, dia gak mau mati dibunuh Howard. Tapi ya namanya film, seorang cewe yang tadinya lemah, mendadak menjadi jagoan, dan akhirnya Michele nekat melarikan diri, melalui ventilasi udara itu. Dengan penuh ketegangan yang cukup mendebarkan, Michele akhirnya berhasil kluar dari dalam bunker terkutuk itu.
Saat berhasil keluar dari bunker itulah, gue rasa ada yang cukup funny dari film ini. Ternyata yang membuat wabah virus dunia luar selama ini adalah alien!. Iya guys, alien. Kehadiran alien & ufo di akhir film ini terlihat receh banget. Mungkin scene alien ini harus "ada" karna tersemat kata "cloverfield" di dalam judul film tersebut. Berasa aneh aja gitu loh, sebuah film yang sedari awal terkesan bergenre thriller, mendadak menjadi scifi dengan kehadiran alien yang menyerang mahluk bumi. Gak nyambung banget mnurut saya. Kalo mau related dengan cerita, hrsnya alien nya itu neror Michele dkk yang berada dalam bunker. Masak teknologi mutahir alien ga bisa melacak keberadaan manusia yang ngumpet di bawah tanah?. Penonton yang tadinya antusias, pasti akan langsung drop moodnya pas ending film ini. Gue makin ngakak pas liat adegan Michele yang terjebak di dalam mobil yang bakalan di hap hap, eh, maksud gue bakalan dimakan pesawat alien. Michele ngelempar sebotol wine yang dikasih sumbu kertas, lalu dilemparin pas mengenai mulut ufo itu. Bom molotov ala anak STM yang lagi tawuran itu, bisa ngledakin pesawat UFO alien yang segede itu hingga hancur berkeping-keping. Sedikit "maksa" dan konyol banget kan adegan itu jadinya?.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar