Percobaan Indera Penciuman
Pada kesempatan kali ini, saya mau berbagi hasil percobaan indera penciuman tentang cara kerja bau (hio, dupa, obat nyamuk) dan cara kerja membedakan wewangian yang saya lakukan. Yuk baca, simak sekaligus pelajari tambah-tambah wawasan ;)
Percobaan : Indera Penciuman
1.1 Nama Percobaan : Cara Kerja Bau Hio, Dupa, dan Nyamuk Bakar.
Nama Subjek Percobaan : Tiara Ayu Wirahutami
Tempat Percobaan : Laboratorium Psikologi Faal
a. Tujuan Percobaan : Untuk membuktikan bahwa zat yang dibaui
adalah zat yang berupa gas, serta
membedakan beberapa wewangian mulai
dari bau yang tidak enak sampai yang enak.
b. Dasar Teori : Indera penciuman manusia adalah hidung.
Melalui hidung, kita dapat mencium dan
mengetahui berbagai macam bau. Di langit-
langit rongga hidung terdapat reseptor bau.
Pada reseptor bau terdapat serabut saraf
dan lendir. Reseptor bau peka terhadap
molekul dalam udara.
Meskipun aroma tidak tidak terlalu penting
dalam kelangsungan hidup manusia
dibandingkan dengan kelangsungan hidup
hewan lain, indera penciuman kita tetap
penting. Kita mengendus adanya bahaya
dengan mencium bau asap, makanan yangb
sudah basi, dan kebocoran gas; oleh karena
itu, didefinisikan pada indera penciuman
anda tidak lain disebabkan oleh masalah
pada hidung anda. Kerusakan seperti ini
dapat terjadi karena infeksi, penyakit,
cedera pada saraf olfaktori, ataupun
merokok. Seseorang yang terbiasa
menghabiskan dua bungkus rokok setiap
hari selama sepuluh tahun atau lebih, harus
menghentikan kebiasaan ini untuk sepuluh
tahun atau lebih pada sebelum indera
penciumannya kembali normal.
c. Alat yang Digunakan : Tempat membakar dupa, sebutir hio, dan
obat nyamuk.
d. Jalannya Percobaan : Praktikan disuguhkan hio, dupa, dan obat
nyamuk bakar yang masih dalam keadaan
utuh (asli/belum dibakar). Kemudian
praktikan mencium ketiga benda tersebut
satu persatu secara bergantian dengan
hidung. Bau dari benda manakah yang
paling kuat, lalu catat hasilnya. Setelah itu,
praktikan disuguhkan kembali hio, dupa,
dan obat nyamuk bakar yang sudah dalam
keadaan dibakar. Sama seperti sebelumnya,
praktikan mencium kembali ketiga benda
yang telah dibakar tersebut satu persatu
secara bergantian dengan hidung.
Bandingkan pula bau dari benda manakah
yang paling kuat, lalu catat hasilnya.
e. Hasil Percobaan
1.1 Hasil Individu : Sebelum dibakar, urutan benda dari yang
lebih kuat baunya adalah hio, kemudian
dupa, lalu obat nyamuk bakar.
Setelah dibakar, urutan benda dari yang
lebih kuat baunya adalah obat nyamuk,
kemudian dupa, lalu hio.
1.2 Hasil Sebenarnya : - Hio, dupa, dan obat nyamuk bakar lebih
kuat baunya ketika dibakar.
- Karena concha nasal superior hanya
menerima rangsang benda-benda yang
dapat menguap dan berwujud gas.
f. Kesimpulan : Indera penciuman manusia adalah hidung.
Melalui hidung, kita dapat mencium dan
mengetahui berbagai macam bau. Di langit-
langit rongga hidung terdapat reseptor bau.
Pada reseptor bau terdapat serabut saraf
dan lendir. Reseptor bau peka terhadap
molekul dalam udara. Hio, dupa, dan obat
nyamuk bakar lebih kuat baunya ketika
dibakar. Karena concha nasal superior
hanya menerima rangsang benda-benda
yang dapat menguap dan berwujud gas.
g. Daftar Pustaka : Nelistya, A. 2009. Mengenal bagian tubuh
kita. Jakarta: PT Pacu Minat Baca.
Pearce, E. 2010. Anatomi dan fisiologi
untuk paramedis. Jakarta: PT Gramedia.
Wade, C., Travis, C. 2009. Psikologi
Jakarta: Erlangga.
1.2 Nama Percobaan : Cara Kerja Membedakan Wewangian
Nama Subjek Percobaan : Tiara Ayu Wirahutami
Tempat Percobaan : Laboratorium Psikologi Faal
a. Tujuan Percobaan : Untuk membuktikan bahwa zat yang dibaui
adalah zat yang berupa gas, serta
membedakan beberapa wewangian mulai
dari bau yang tidak enak sampai yang enak.
b. Dasar Teori : Reseptor untuk indera penciuman ini
adalah saraf khusus yang terdapat dalam
bagian kecil di membran mukosa di bagian
atas dari tulang hidung kita, tepat dibawah
mata. Jutaan reseptor di setiap rongga
hidung bertemu dengan molekul kimia
yang terdapat pada udara. Ketika anda
menghirup udara, anda menghirup
molekul-molekul ini ke dalam rongga
hidung, namun udara ini juga dapat masuk
melalui mulut, berjalan melalui
kerongkongan seperti asap pada sebuah
cerobong asap. Molekul-molekul ini
mendorong munculnya respon-respon di
reseptor yang terkombinasi menjadi bau
khas dari roti yang bary dioanggang atau
bau pedas dari pohon ekaliptus. Sinyal dari
reseptor ini kemudian dibawa ke bulbus
olfaktori, yang terbuat dari akson-0akson
reseptor. Dari bulbus olfaktori, sinyal-
sinyal tersebut kemudian dikirimkan ke
bagian lebih tinggi dari otak.
Meskipun aroma tidak tidak terlalu penting
dalam kelangsungan hidup manusia
dibandingkan dengan kelangsungan hidup
hewan lain, indera penciuman kita tetap
penting. Kita mengendus adanya bahaya
dengan mencium bau asap, makanan yangb
sudah basi, dan kebocoran gas; oleh karena
itu, didefinisikan pada indera penciuman
anda tidak lain disebabkan oleh masalah
pada hidung anda. Kerusakan seperti ini
dapat terjadi karena infeksi, penyakit,
cedera pada saraf olfaktori, ataupun
merokok. Seseorang yang terbiasa
menghabiskan dua bungkus rokok setiap
hari selama sepuluh tahun atau lebih, harus
menghentikan kebiasaan ini untuk sepuluh
tahun atau lebih pada sebelum indera
penciumannya kembali normal.
c. Alat yang Digunakan : Beberapa macam wewangian.
d. Jalannya Percobaan : Praktikan disuguhkan empat buah kotak
tertutup yang dilubangi bagian tengahnya.
Kemudian praktikan mencium empat kotak
tersebut satu persatu secara bergantian.
Lalu praktikan mencatat hasilnya
berdasarkan penciuman praktikan.
e. Hasil Percobaan
1.1 Hasil Individu : 1 = kopi
2 = jahe
3 = teh
4 = jeruk nipis
1.2 Hasil Sebenarnya : - Biasanya dalam hal kemampuan
mengingat bau, perempuan lebih tau.
- Proporsinya, dari 5 macam wewangian,
perempuan = 5 dan laki-laki = 3.
- Hal ini disebutkan karena pada
perempuan ruang dalam menerima gas
atau concha nasal superior lebih luas.
mudah dikenal.
dikenal.
f. Kesimpulan : Reseptor untuk indera penciuman ini
adalah saraf khusus yang terdapat dalam
bagian kecil di membran mukosa di bagian
atas dari tulang hidung kita, tepat dibawah
mata. Jutaan reseptor di setiap rongga
hidung bertemu dengan molekul kimia
yang terdapat pada udara. Biasanya dalam
hal kemampuan mengingat bau, perempuan
lebih tau. Hal ini disebutkan karena pada
perempuan ruang dalam menerima gas
atau concha nasal superior lebih luas.
g. Daftar Pustaka : Nelistya, A. 2009. Mengenal bagian tubuh
kita. Jakarta: PT Pacu Minat Baca.
Pearce, E. 2010. Anatomi dan fisiologi
untuk paramedis. Jakarta: PT Gramedia.
Wade, C., Travis, C. 2009. Psikologi
Jakarta: Erlangga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar